Baru-baru ini dunia dikejutkan dengan isu yang mengatakan bahwa pada tahun 2012 dunia akan mengalami kiamat. Secara spesifik bangsa maya –sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico dan dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi- menyebutkan bahwa pada tanggal 21 Desember 2012 dunia akan kiamat. Sebagaimana yang diungkapkan Harun Yahya dalam buku “HARI AKHIR DAN AL MAHDI” berbagai tanda-tanda di dalam Al Qur’an dan tambahan penjelasan tentang Hari Akhir dalam kitab hadits memungkinkan kita sampai pada sebuah kesimpulan yang sangat penting. Ayat-ayat Al Qur’an dan berbagai hadits mengungkapkan adanya dua tahap Hari Akhir. Tahap pertama adalah sebuah periode ketika seluruh manusia mengalami berbagai masalah materi dan spiritual. Setelah itu, bumi akan memasuki periode keselamatan yang disebut “Masa Keemasan” yang ditandai dengan kehidupan yang penuh rahmat dan berkah dengan tegaknya agama yang benar. Menjelang akhir Masa Keemasan, akan ada keruntuhan sosial dalam waktu singkat, dan inilah saatnya manusia menunggu Hari Kiamat.

Merujuk pada pernyataan di atas, semua prediksi termasuk prediksi suku maya yang mengatakan bahwa tahun 2012 akan terjadi kiamat patut kita cermati. Menurut pendapat saya, tahun 2012 atau entah kapan yang pasti dalam waktu dekat, bumi akan memasuki fase awal atau tahap pertama dari kiamat. Bumi akan mengalami banyak sekali bencana besar. Beberapa bencana yang
2012 kiamat ?

mungkin terjadi dan paling rasional diantaranya, badai matahari seperti yang dipublikasikan Kompas 26 November 2008. Menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975. Kemudian dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.Bencana lainnya adalah pembalikkan daya kutub magnet bumi. Sebenarnya, jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat ini. Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini, bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub. Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.

Menurut perhitungan para ahli, pembalikan kutub Bumi dan Matahari dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam:

1.Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak melemah.

2.Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi, pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor.

3.Medan magnet Bumi akan melemah dan radiasi alam semesta berasal dari matahari bertambah berlipat ganda mengakibatkan  bahaya radiasi seperti kanker dan sebagainya tidak dapat dihindari

4.Benda-benda angkasa akan tertarik masuk ke Bumi

5.Daya gravitasi Bumi akan mengalami perubahan meskipun tidak diketahui bagaimana ia akan berubah

i tsunami di berbagai belahan bumi terutama daerah-daerah sekitar lempeng tektonik. Pembalikkan daya kutub magnet bumi menyebabkan lempeng tektonik sangat labil dan sering mengalami pergeseran besar dan kemungkinan menumbuk lempeng tektonik lainnya. Pergeseran dan tumbukan tersebut akan menyebabkan gempa bumi dahsyat dan bila gempa ini terjadi di perairan seperti laut atau samudera, maka kemungkinan besar akan terjadi tsunami. Hal tersebut seperti tsunami yang terjadi di Asia Tenggara
26 Desember 2004 dan  menewaskan lebih dari
220.000 orang. Patahan seluas 1.000 kilometer persegi yang muncul akibat pergerakan sejumlah
lempengan di bawah permukaan bumi dan energi raksasa yang ditimbulkan oleh bongkahan tanah
raksasa yang berpindah tempat, berpadu dengan energi raksasa yang terjadi di samudra untuk
membentuk gelombang tsunami.

Kiamat akan datang entah tahun 2012 atau kapan yang pasti sudah sangat dekat. Segeralah bertobat agar tidak ada penyesalan. Lihatlah film seperti the day after tomorrow atau knowing (bukan promosi lho !) kalian akan tahu betapa mengerikannya bencana itu.Wassalam.